Kebangkitan Harvey York Bab 2809 – 2810

Novel Rise to Power The Supreme Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bahasa Indonesia Lengkap.webp

Novel Kebangkitan Harvey York Bab 2809 – 2810 dalam bahasa Indonesia. Menyadur novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Agung Ye Hao“.

Harvey York’s Rise to Power Chapter / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Bab 2809 – 2810.


Bab 2809

Gerakan tangan Noah mendadak membeku, dan apa pun yang terjadi, dia tak sanggup menyerahkan cangkir teh yang digenggamnya erat.

Tatapannya menyipit, menelisik wajah Marcel dalam hening sejenak sebelum akhirnya ia menarik napas panjang dan mengukir senyum getir di bibirnya.

“Sepertinya Saudara Keempatku sudah terlalu lama duduk di kursi pemimpin sekte, sampai-sampai lupa rasanya memiliki saudara.”

“Orang bilang, keluarga kaya tidak punya cinta sejati untuk keluarganya sendiri. Dulu aku menganggap itu hanya prasangka… tapi sekarang, aku mulai percaya.”

Marcel menanggapinya dengan nada dingin yang tanpa ampun. “Kakak Ketiga, kalau kamu punya sesuatu untuk disampaikan, katakan saja langsung. Jangan sia-siakan waktuku dengan basa-basi.”

Noah tidak menyangka Marcel akan bersikap setegas ini. Setelah terdiam sejenak, ia akhirnya berkata dengan suara pelan namun penuh harap, “Kakak Kedua seharusnya sudah menghubungimu.”

“Tolong, lepaskan anakku.”

Marcel tetap dingin, seolah tak tergoyahkan oleh permintaan itu. “Kenapa harus kulakukan?”

“Dia darah dagingku,” kata Noah dengan suara lirih. “Meskipun dia telah melakukan kesalahan, itu bukanlah dosa yang layak dibalas dengan kematian.”

“Memang Balai Penegakan Hukum yang menangani semua ini, tapi apa mungkin mereka berani bertindak tanpa seizinmu?”

“Di antara generasi pria di Keluarga York maupun keturunan lainnya, Julian termasuk yang paling menonjol.”

“Aku tidak ingin anakku yang menjanjikan itu justru berakhir hancur, masa depannya sirna hanya karena satu kesalahan.”

“Kalau kamu membutuhkannya, aku bersedia menyerahkannya padamu—angkat dia menjadi putramu.”

“Bagaimanapun, dia keponakanmu. Kita masih satu darah, satu keluarga. Perlukah kita saling menjatuhkan sampai sejauh ini?”

“Yang lebih penting lagi, menjaga keselamatannya bisa menjadi kunci kestabilan Hong Kong dan juga Keluarga York.”

“Di antara para penerus muda, hanya Julian yang bisa disejajarkan dengan Vince.”

“Tanpa Julian, wanita tua itu akan menggantungkan seluruh harapannya pada Vince seorang.”

“Dan ketika itu terjadi, kamu, Saudara Keempat, tak lama lagi akan kehilangan tahtamu.”

Wajah Noah tampak serius, seolah-olah kalimat-kalimat barusan cukup untuk menggerakkan hati Marcel.

Namun Marcel hanya membalas dengan ekspresi datar, acuh tak acuh.

“Tak perlu mengoceh seperti itu padaku.”

Suaranya tegas dan dingin. “Kamu boleh memohon padaku untuk membebaskannya, tapi aku hanya akan mempertimbangkannya kalau aku bisa memberi muka pada Kakak Kedua.”

“Tapi, izinkan aku bertanya satu hal: apa yang siap kamu korbankan?”

Noah sempat tercengang. Sepertinya dia tak menduga Marcel akan mengajukan tuntutan seperti itu.

Itu terasa tidak sejalan dengan karakter dan kepribadian yang selama ini ia kenal dari adiknya.

Namun di saat bersamaan, Noah menyadari ini adalah kesempatan yang tak boleh disia-siakan. Ia menatap Marcel dengan penuh harap, lalu berkata pelan,

“Saudara Keempat, selama kamu bersedia menyelamatkan anakku… berapa pun harganya akan aku bayar.”

“Serahkan padaku semua informasi yang kamu miliki, termasuk informasi yang seharusnya dibawa Tuan York untuk diserahkan kepada kita.”

“Dan pastikan informasinya lengkap, tidak setengah-setengah.”

Marcel terlihat tenang, bahkan nyaris tak menunjukkan perubahan emosi, sementara wajah Noah mulai menunjukkan kepanikan yang tak mampu disembunyikan.

“Berikan aku data itu, dan aku akan bebaskan Julian.”

“Tak hanya itu. Aku akan memulangkannya secara utuh.”

“Karena apa yang paling aku cari saat ini… adalah kebenaran.”

Noah terdiam lama, terpaku dalam pikirannya sendiri. Setelah beberapa menit berlalu, dia akhirnya mengangkat ponsel dan melakukan panggilan.

Tak lama kemudian, seseorang masuk dan meletakkan sebuah kotak kardus di hadapan mereka.

Isi kotak itu penuh dengan berkas-berkas usang dan sejumlah materi video. Semuanya terlihat telah lama tersimpan, hingga menebarkan bau apek yang menyengat.

Dari kejauhan, Harvey menyipitkan matanya, memperhatikan kejadian itu dengan tatapan tajam.

Munculnya kotak tersebut adalah pertanda jelas: segala bentuk tawaran antara dirinya dan Noah kini telah runtuh total.

Namun di balik kehancuran itu, Harvey justru mulai menaruh rasa hormat yang lebih dalam kepada Marcel.

Jelas sekali, seseorang telah membocorkan isi pembicaraannya dengan Noah hari ini kepada Marcel—tanpa menyampaikan sepatah kata pun secara langsung.

Yang bisa Harvey simpulkan hanyalah satu hal: Noah benar-benar telah gagal sebagai pemimpin. Beberapa orang yang dia percayai sepenuhnya ternyata telah lama menjadi mata-mata—mengabdi pada banyak pihak sekaligus.

Dalam kondisi seperti itu, seberapa pun cerdiknya seseorang, pada akhirnya dia tetap harus menanggung hasil dari keputusan dan kepercayaannya sendiri.

Bab 2810

Setelah kepergian Noah, Harvey perlahan berdiri. Ia mengambil satu berkas, memandanginya sejenak, lalu bersuara pelan, “Tuan York, apa yang hendak Anda lakukan?”

“Karena Anda tahu bahwa semua ini berada di tangan Noah, seharusnya Anda bisa mengambilnya lebih awal dan menegakkan keadilan untuk putra Anda.”

“Untuk apa membuat segalanya menjadi begitu rumit?”

“Hanya karena barang-barang ini, Julian dibebaskan? Bahkan dipekerjakan kembali?”

“Bukankah ini bisa dibilang sebagai kerugian besar?”

Marcel menanggapinya dengan nada tenang, “Akan berbeda ceritanya jika aku sendiri yang menemukan barang-barang ini. Atau jika orang lain yang menyerahkannya kepadaku.”

“Setidaknya, ini akan tampak berbeda di mata wanita tua itu.”

“Soal membebaskan Julian, itu juga bukan keputusan mudah—melainkan pilihan paling akhir.”

“Sebab jika aku tidak melepaskannya, bagaimana mungkin aku memiliki alasan untuk membebaskan putri angkatku, Queenie?”

Tatapan Harvey mengeras sesaat, pupil matanya sedikit menyempit. Ia mulai menyadari bahwa pemimpin Klan York ini perlahan tengah menyusun strategi besar.

Jika waktunya sudah tiba, maka hari ulang tahun wanita tua Keluarga York itu pasti akan menjadi sebuah pertunjukan megah.

Dengan pemikiran itu, Harvey langsung membuka suara tanpa ragu, “Tuan York, kalau begitu, mohon sisihkan tempat untukku di hari perjamuan ulang tahun nanti.”

“Akan sangat disayangkan kalau aku melewatkan tontonan menarik itu.”

Marcel menatapnya dengan pandangan penuh makna, lalu tersenyum tipis, “Tenang saja, bahkan kalau kamu tidak datang sendiri pun, aku akan menyeretmu ke sana!”

“Ulang Tahun Nyonya Tua Keluarga York, yang tersohor dari Hong Kong.”

“Dan, di hari yang sama, akan ditentukan juga siapa pemimpin selanjutnya dari Kaluarga York Makau-Hong Kong.”

“Dua hal ini sama-sama bukan perkara sepele.”

“Kalau kamu tidak ambil bagian, bukankah itu justru menjadi kerugian tersendiri?”

“Kalau begitu, anggap saja kita sudah sepakat. Aku pasti akan hadir di hari ulang tahun itu.” Harvey membalas tanpa basa-basi.

Lagipula, sejak Marcel membebaskan Queenie, berarti dia pasti sudah mempertimbangkan lamaran Harvey sebelumnya.

Kini Harvey tak bisa menyembunyikan antusiasmenya. Ia sangat menantikan hari itu. Jika takdir memang berpihak dan posisi pemimpin sekte benar-benar jatuh ke tangan Queenie, ia bisa membayangkan wajah muram Vince dan antek-anteknya.

“Oh iya,” Marcel menambahkan perlahan, “Aku sudah menghubungi pihak Penjara Naga. Mereka akan segera membebaskan Queenie.”

“Secara logika, sebagai ayah, tentu aku yang seharusnya menyambutnya.”

“Tapi mengingat posisiku yang cukup sensitif, aku ingin tahu, apakah kamu bersedia melakukannya untukku, Tuan York?”

Menjemput Queenie ke bandara?

Alis Harvey terangkat sedikit, namun tanpa berpikir panjang ia mengangguk. “Itu bukan masalah besar.”

“Baiklah, tugasku hari ini sudah selesai. Saatnya kembali bekerja.”

“Ngomong-ngomong, tinggal di kapal pesiar seperti ini, apa serunya?”

“Menurutku, lebih baik kamu kembali ke Villa Taman.”

“Kamu adalah tamu di sana. Sudah tentu kami akan menjamumu dengan baik.”

“Aku dan Bibimu sudah menganggapmu sebagai bagian dari keluarga.”

Setelah mengucapkan semua itu, Marcel menatap Harvey dari ujung kepala hingga kaki, seperti seorang mertua yang menilai calon menantunya. Lalu dengan ekspresi puas, ia pun beranjak pergi.

Harvey menyipitkan mata sedikit. Ia bukan pria bodoh. Ia sangat paham apa maksud Marcel ketika memintanya untuk menjemput Queenie dan kembali ke vila.

Itu semua hanya upaya mempertemukan dirinya dan Queenie.

Sayangnya, baik dirinya maupun Queenie sama-sama tak menyimpan rasa.

Pada akhirnya, semua perencanaan matang Marcel tampaknya hanya akan menjadi langkah sia-sia.

Saat itu juga, Harvey mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan singkat pada Yoana:

“Cari cara agar Vince tahu secara tidak sengaja bahwa Julian sudah dibebaskan dan Queenie sudah kembali!” “Hong Kong dan Makau akan kembali bergolak!”


Semoga terhibur dengan cerita Novel Harvey York dan Mandy Zimmer (Ye Hao dan Zheng Man’er) Bab 2809 – 2810 gratis online.

Harvey York’s Rise to Power / The Supreme Harvey York / Kekuatan Harvey York untuk Bangkit Chapter bab 2809 – 2810.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*