Novel Charlie Wade Bab 7587 – 7588 dalam bahasa Indonesia. Diterjemahkan dari novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Naga Tertinggi Ye Chen – Xiao Churan”. Semoga bisa menikmati kisah / ceritanya yang semakin seru.
The Amazing Son-in-Law / The Charismatic Charlie Wade (Ye Chen) Chapter Bab 7587 – 7588.
Bab 7587
Saat itu, Robert Rothschild yang baru saja mendapat semangat dari kekasihnya tampak jauh lebih percaya diri di pinggir lapangan.
Pelatih meniup peluit, menandai dimulainya babak kedua.
Gadis blasteran bertubuh semampai itu tersenyum kepada Robert seraya berkata, “Ayo, Robert. Ingat apa yang sudah kukatakan. Sesuaikan taktikmu secepat mungkin dan buat lawan kehilangan ritme.”
“Aku akan mengawasimu dari pinggir lapangan. Kalau ada peluang, aku akan memberimu isyarat.”
Penuh motivasi, Robert mengangguk mantap.
Ia tahu betul bahwa kekasihnya bukan hanya mahasiswi berprestasi, tetapi juga menguasai berbagai cabang olahraga, terutama rugby. Kemampuan gadis itu membaca jalannya pertandingan bahkan dapat dikatakan melampaui pelatih tim. Sering kali ia memberikan saran yang sangat berharga, dan itulah salah satu alasan terbesar Robert begitu terpikat kepadanya.
Begitu pertandingan dimulai kembali, permainan Robert memang berubah drastis.
Bahkan Charlie, yang sama sekali tidak memahami aturan rugby, dapat melihat bahwa penyesuaian yang dilakukan Robert membuat timnya bermain jauh lebih lincah, lebih terorganisasi, dan jauh lebih agresif, sehingga mereka memperoleh keunggulan yang jelas.
Dari pinggir lapangan, sang kekasih juga sesekali memberikan isyarat tangan dengan sangat halus.
Setiap kali Robert menangkap isyarat itu, ia segera melakukan penyesuaian yang tepat, dan perubahan tersebut selalu memberinya keuntungan besar dalam pertandingan.
Pada akhirnya, tim Robert menang dengan mudah.
Senyum penuh keyakinan akhirnya kembali menghiasi wajahnya.
Begitu pertandingan usai, Robert langsung menghampiri kekasihnya dan memeluknya dengan lembut.
Karena diliputi kebahagiaan, ia mencoba menciumnya.
Namun, gadis itu dengan halus memalingkan wajahnya. Ia menyandarkan dagunya di bahu Robert sambil tersenyum lembut.
“Robert, aku belum siap memberikan ciuman pertamaku kepadamu. Beri aku sedikit waktu lagi.”
Kekecewaan tampak jelas di wajah Robert.
Sebelum ia sempat berbicara, gadis itu kembali berbisik di dekat telinganya,
“Kamu berkeringat banyak. Mandilah dulu, lalu ganti pakaian. Setelah itu kita makan malam. Aku sudah memesan meja di Restoran Red Pepper.”
Robert tampak sedikit terkejut.
“Bagaimana kamu tahu aku sedang ingin makan di sana?”
Gadis itu menatapnya sambil tersenyum.
“Aku tidak tahu kalau kamu ingin makan di sana. Kebetulan aku yang ingin pergi ke sana, jadi aku memesan tempat lebih dulu.”
Mata Robert langsung berbinar.
“Kita benar-benar sehati! Tunggu sebentar, aku mandi dulu.”
“Baik, sana.”
Gadis itu mengangguk sambil menepuk pelan lengannya.
Robert mengambil tas perlengkapannya, lalu berbalik menuju ruang ganti.
Di lorong menuju ruang ganti, pelatih sudah menunggunya.
Melihat Robert datang, pelatih tersenyum sambil berjalan berdampingan dengannya.
“Robert, permainanmu di babak kedua luar biasa! Kemampuanmu membaca situasi meningkat pesat. Pertahankan terus permainan seperti itu.”
Robert hanya tersenyum dan mengangguk.
Sebagai anggota keluarga Rothschild, ia tidak perlu bersikap menjilat kepada pelatih. Namun, pujian itu tetap membuatnya sangat senang. Pada saat yang sama, kekagumannya kepada sang kekasih pun semakin bertambah.
Meski begitu, gadis tersebut bukan tanpa kekurangan.
Satu-satunya hal yang membuat Robert merasa frustrasi adalah pandangan tradisionalnya mengenai kesucian.
Hampir semua mantan kekasih Robert selalu mengambil inisiatif lebih dulu. Ia bahkan tidak pernah perlu berusaha memulai hubungan intim.
Banyak di antara mereka yang begitu ingin melahirkan keturunan keluarga Rothschild hingga berusaha dengan berbagai cara agar Robert berhenti menggunakan alat kontrasepsi.
Namun Robert memahami satu hal dengan sangat jelas.
Hubungan sesaat bukanlah masalah.
Tetapi ia tidak akan pernah membiarkan seorang wanita memanfaatkan anak yang belum lahir sebagai alat untuk mengikat atau mengendalikannya.
Karena itu, ia tidak pernah memberi kesempatan kepada siapa pun untuk hamil.
Namun, kekasihnya yang sekarang sangat berbeda.
Jangankan menggoda atau mengajaknya tidur, bahkan untuk sekadar berciuman pun gadis itu belum pernah bersedia.
Selama mereka berpacaran, batas paling jauh yang diizinkannya hanyalah berpelukan dan bergandengan tangan.
Bab 7588
Pada awalnya, Robert mengira gadis itu hanya sengaja menjaga gengsi.
Namun, ia tetap menyewa seorang detektif swasta untuk menyelidiki latar belakangnya secara menyeluruh.
Detektif itu memeriksa seluruh riwayat hidup gadis tersebut sejak masih duduk di bangku taman kanak-kanak, termasuk kehidupan sosialnya selama di sekolah dasar hingga sekolah menengah.
Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa sejak kecil gadis itu memang sangat disiplin.
Prestasi akademiknya selalu menonjol. Ia juga memiliki kemampuan luar biasa dalam berbagai cabang olahraga dan telah meraih banyak penghargaan bergengsi.
Yang paling penting, selama lebih dari dua puluh tahun hidupnya, ia tidak pernah menjalin hubungan asmara.
Orang-orang yang mengenalnya hampir semuanya memberikan kesaksian yang sama.
Mereka tidak pernah melihat gadis itu berpacaran, bahkan sekadar bergandengan tangan dengan seorang laki-laki pun tidak pernah.
Begitu menerima laporan tersebut, Robert sangat terpikat.
Di matanya, gadis yang murni, disiplin, dan nyaris tanpa cela itu begitu memikat.
Ia merasa, kalaupun gadis itu sedang berpura-pura, mustahil seseorang mampu mempertahankan sandiwara selama dua puluh tahun penuh.
Karena itulah Robert yakin bahwa semua sifat tersebut adalah kepribadian aslinya.
Namun, ia sama sekali tidak menyadari bahwa justru itulah penyamaran paling sempurna hasil didikan Sang Cendekiawan.
Setiap Cendekiawan yang dilatih oleh Perkumpulan Penghancuran Qing adalah sebuah karya seni yang nyaris sempurna.
Sejak lahir, apa pun sifat asli mereka, mereka diwajibkan menjalani kehidupan sesuai cetak biru yang telah ditetapkan organisasi.
Selama masa pertumbuhan, mereka harus terus berjuang tanpa mengenal lelah.
Sedikit saja mereka bermalas-malasan, membangkang, atau bahkan menaruh perasaan kepada seseorang, seluruh keluarga mereka bisa kehilangan nyawa.
Oleh sebab itu, sebelum diterjunkan dalam misi infiltrasi, riwayat hidup setiap Cendekiawan harus benar-benar bersih.
Tidak boleh ada sedikit pun cela.
Akibatnya, siapa pun yang menyelidiki mereka hanya akan semakin kagum dan semakin lengah.
Robert, yang sudah berpengalaman menaklukkan banyak wanita, belum pernah bertemu gadis sesempurna ini.
Hampir sejak pandangan pertama, ia telah jatuh cinta.
Meski gadis itu terus menjaga jarak dan membuatnya penasaran, Robert menganggap semua itu hanyalah bagian dari kepribadiannya.
Walaupun terkadang merasa frustrasi, ia tetap memilih memahami dan menghormatinya.
Sementara itu, di ruang ganti, Robert baru saja melepas pakaian latihannya dan bersiap mandi ketika Apple Watch di pergelangan tangannya tiba-tiba berdering.
Saat latihan berlangsung, ponselnya biasanya disimpan di dalam loker atau tas olahraga.
Karena itu, ia terbiasa menggunakan Apple Watch untuk menerima maupun melakukan panggilan.
Melihat nomor yang tidak dikenalnya, Robert tidak terlalu memikirkannya dan langsung mengangkat telepon.
Sebuah suara berat segera terdengar dari seberang sana.
“Robert, sedang apa kamu?”
Robert sedikit terkejut.
“Siapa Anda?”
Suara itu segera menjawab,
“Aku kakak tertua kakekmu, sekaligus pewaris tunggal keluarga Rothschild, Steve Rothschild.”
Robert sontak tercengang.
Sebagai cucu keluarga Rothschild yang baru memasuki dunia perkuliahan, ia belum pernah terlibat dalam urusan keluarga.
Kesempatannya bertemu Steve pun sangat sedikit.
Kalaupun bertemu, mereka hampir tidak pernah berbincang.
Karena itu, ia benar-benar tidak menyangka Steve akan meneleponnya secara langsung.
Dahulu, ketika kakeknya masih bersaing memperebutkan hak waris keluarga, seluruh keluarga mereka memusuhi Steve.
Namun sejak sang kakek mengakui Steve sebagai pewaris sah, sikapnya berubah total.
Ia terus berusaha menyenangkan Steve karena khawatir setelah resmi menjadi kepala keluarga, Steve akan mempersulit hidup mereka atau bahkan memangkas sumber daya yang diberikan kepada cabang keluarganya.
Sayangnya, Steve memang sejak lama tidak menyukai adik keempatnya.
Karena itu, ia sama sekali tidak memberi kesempatan kepada keluarga mereka untuk mendekat.
Inilah yang membuat Robert semakin bingung.
Bahkan kakeknya sendiri kesulitan menjalin hubungan dengan Steve.
Lalu mengapa Steve justru tiba-tiba menghubunginya?
Dengan nada gugup, Robert bertanya,
“Kakek Steve, apakah ada yang bisa saya bantu?”
Steve tertawa kecil sebelum berkata,
“Aku sedang ada urusan di Stanford. Kudengar kamu kuliah di sini, jadi aku ingin mengajakmu makan malam.”
Demikian kisah/cerita dari Novel Charlie Wade Bab 7587 – 7588 gratis online. Semoga terhibur.
The Charismatic Charlie Wade / The Amazing Son-in-Law Chapter bab Novel Charlie Wade Bab 7587 – 7588.
Leave a Reply