Novel Charlie Wade Bab 7245 – 7246

si karismatik novel Charlie Wade lengkap gratis online free - stefan stefancik - unsplash @

Novel Charlie Wade Bab 7245 – 7246 dalam bahasa Indonesia. Diterjemahkan dari novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Naga Tertinggi Ye Chen – Xiao Churan”. Semoga bisa menikmati kisah / ceritanya yang semakin seru.

The Amazing Son-in-Law / The Charismatic Charlie Wade (Ye Chen) Chapter Bab 7245 – 7246.


Keluarga Rothschild, sebagai dinasti keuangan terbesar di dunia, telah berabad-abad menancapkan pengaruhnya di berbagai negara dan industri.

Mereka bergerak bagaikan bayangan panjang yang tak kasatmata, merambah lapisan demi lapisan kekuatan global.

Industri otomotif di Eropa dan Amerika, yang telah berdiri lebih dari seabad dan pernah menjadi pemimpin dunia, tentu tidak luput dari genggaman mereka.

Wajar saja bila keluarga Rothschild sudah lama menanamkan jejak di industri raksasa itu.

Mereka bukan hanya sekadar pemilik perusahaan-perusahaan otomotif di Eropa dan Amerika, tetapi juga pengendali saham di produsen Jepang dan Korea, bahkan menyebar hingga ke perusahaan yang menopang rantai pasokan global.

Hal itu bukanlah perkara sulit bagi keluarga sebesar mereka. Rothschild jarang sekali berinvestasi langsung ke sebuah perusahaan; terlalu rumit dan berisiko.

Mereka memilih cara yang lebih cerdik: mengendalikan aliran modal.

Banyak industri menuntut evaluasi mendalam dan seleksi ketat, sehingga Rothschild membangun kendali melalui operasi keuangan dan investasi lintas benua.

Dengan dana nyaris tak terbatas serta jaringan keluarga yang berafiliasi, mereka mendirikan perusahaan modal ventura di berbagai penjuru dunia.

Perusahaan-perusahaan inilah yang kemudian menanamkan investasi pada bisnis menengah dengan potensi besar.

Perusahaan modern besar tak mungkin tumbuh pesat tanpa dukungan pendanaan. Dari celah inilah Rothschild masuk, mengakuisisi saham lewat berbagai dana investasi.

Begitu modal mengalir, pertumbuhan perusahaan pun melesat. Rothschild menambahkan sumber daya industri, mempercepat ekspansi, lalu menukar sumber daya itu demi saham lebih banyak, hingga akhirnya menempatkan diri mereka sebagai pemegang kendali.

Orang Korea sering berkata, “Tak seorang pun bisa lepas dari Samsung sepanjang hidupnya.”

Kalimat itu bukan sekadar ungkapan. Raksasa chaebol itu telah menembus seluruh industri Korea Selatan, dari teknologi hingga kebutuhan sehari-hari.

Meski mungkin tidak membuat tisu toilet, perusahaan kertas terbesar negeri itu berdiri di bawah bayangan Samsung Group.

Bahkan dari selembar tisu pun, keuntungan puluhan kali lipat bisa mengalir ke kantong mereka.

Namun jangkauan Samsung terbatas pada Korea Selatan, sementara Rothschild mencengkeram Eropa dan Amerika.

Mereka ibarat Samsung bagi dunia Barat—kehadirannya merasuk hingga ke sendi-sendi kehidupan orang Eropa dan Amerika.

Di luar dua benua itu, Rothschild pun tak berdiam diri. Mereka telah lama menguasai energi dan sumber daya mineral di Afrika, Amerika Selatan, hingga Amerika Latin.

Selepas Perang Dunia II, Jepang, Korea Selatan, dan Asia Tenggara juga menjadi lahan ekspansi mereka.

Kebangkitan Jepang dan Korea pascaperang mustahil tercapai tanpa modal dan infiltrasi chaebol Amerika yang dikendalikan Rothschild.

Biasanya, Charlie tak pernah membutuhkan bantuan Steve Rothschild. Industri yang digelutinya tidak banyak bersinggungan dengan rantai pasokan global.

Bahkan ISU Shipping hanyalah penyedia logistik—mereka bukan bagian dari rantai permintaan, hanya mengangkut apa yang sudah diproduksi orang lain.

Begitu pula industri perkapalan, tak lebih dari pembeli kapal dari galangan terbaik dunia. Tidak ada peran langsung dalam proses manufaktur.

Namun kini keadaannya berubah. Industri otomotif, bintang paling terang di era modern, berdiri di atas rantai pasokan paling kompleks di dunia—wilayah yang justru menjadi spesialisasi Rothschild.

Maka, Charlie pun mengangkat telepon, menghubungi Steve Rothschild yang tengah bersantai di Aurous Hill.

Bab 7246

Sejak ditempatkan di kota itu untuk mengawasi operasi keluarga di Tiongkok Raya, Steve disibukkan tiga misi: memindahkan kantor pusat ke Aurous Hill, meningkatkan investasi di sana, serta mencari celah mendekati Charlie. Dua misi awal berjalan lancar, tapi yang terakhir terasa paling sulit.

Charlie terlalu lihai, langkahnya seolah tanpa jejak. Kesempatan untuk bertemu dengannya hampir tak ada. Hingga kemudian insiden Cheval Blanc Randheli mengguncang dunia.

Steve tahu betul, peristiwa sebesar itu tak mungkin dikendalikan dengan mudah kecuali oleh sosok luar biasa—dan ia yakin, Charlie berada di balik layar.

Sejak itu pandangannya berubah. Jika sebelumnya ia menghormati Charlie karena Pil Peremajaan, kini ia sadar pria itu jauh melampaui sekadar pil ajaib.

Charlie memiliki kekuatan pribadi yang menakutkan, serta kemungkinan dukungan besar yang berdiri di belakangnya.

Keuntungan Bernard Arnault dari insiden itu begitu besar, bahkan para miliarder pun hanya bisa bermimpi. Dan yang paling mengejutkan, Arnault kini dicintai publik.

Dari seorang kaya raya yang biasanya dianggap rakus, ia menjelma jadi ikon keadilan, orang kaya milik rakyat. Citra itu membuat iri para konglomerat lain, termasuk Steve.

Ia bahkan membayangkan, andai saja Charlie memberinya kesempatan yang sama, ia rela mengorbankan miliaran dolar. Toh, menyumbang belasan miliar sekalipun tak akan menciptakan pengaruh sebesar itu.

Karena itu, begitu telepon Charlie masuk, Steve tak bisa menyembunyikan antusiasmenya. “Tuan Wade, apa yang bisa saya bantu?” tanyanya penuh semangat.

Charlie tersenyum tipis. “Steve, sepertinya keluarga Anda punya akar yang dalam di industri otomotif?”

Steve, dengan naluri tajam seorang Rothschild, segera menangkap maksud pertanyaan itu.

Ia tahu Charlie tengah mengembangkan Curtis Automobile. Bahkan merekrut Tawanna untuk menggelar dua puluh konser berturut-turut sudah cukup menunjukkan tekadnya.

Pasti panggilan ini berkaitan dengan rantai pasokan.

Dengan nada penuh keyakinan, Steve menjawab, “Tuan Wade, Anda bicara dengan orang yang tepat. Sejak Henry Ford memulai lini produksi seratus tahun lalu, keluarga kami telah ikut berinvestasi.”

“Kini, kami menguasai saham—baik langsung maupun tidak langsung—di lebih dari 80% produsen mobil dan suku cadang dunia.”

Charlie tersenyum lagi. “Sepertinya Anda sudah paham. Begini saja, nanti saya akan mempertemukan pimpinan Curtis Auto dengan Anda.”

“Saya ingin belajar dari pengalaman Anda sekaligus berharap dukungan Anda untuk memperlancar rantai pasokan.”

Dalam industri otomotif, pasokan seringkali menentukan nasib produksi. Saat chip langka, hanya mereka yang mampu mengamankan stok cukup yang bisa tetap memproduksi.

Peralatan besar pun demikian: ada perusahaan yang harus menunggu dua tahun, ada pula yang hanya perlu satu telepon agar barang segera dikirim ke pelabuhan.

Di Eropa dan Amerika, Rothschild adalah bapak rantai pasokan. Kekuasaan mereka melebihi banyak pemerintah, apalagi perusahaan biasa.

Namun bagi Charlie, ia tak butuh Steve secara pribadi. Cukup dengan membawa Yolden berkeliling Eropa, Amerika, Jepang, dan Korea Selatan, menghadiri jamuan makan malam bersama para pemimpin perusahaan, sudah cukup untuk memastikan Curtis Automobile mendapatkan sumber daya terbaik.

Sama seperti di Tiongkok, masyarakat Barat pun dibangun atas dasar koneksi pribadi.

Steve cepat-cepat menawarkan, “Tuan Wade, kenapa repot datang ke saya? Katakan saja tempatnya, biar saya yang menemui Anda. Saya sedang tidak terlalu sibuk di Aurous Hill.”

Charlie tertawa kecil. “Saya dan tim Curtis Automobile sekarang berada di pabrik perakitan sekitar 200 kilometer dari Aurous Hill. Kami akan kembali sore nanti.”

“Bagaimana kalau kita makan malam di Heaven Spring? Saya akan memperkenalkan Anda dengan pimpinan Curtis Automobile.”

Tanpa ragu Steve mengiyakan, senyumnya lebar. “Tentu, Tuan Wade! Saya akan menunggu Anda di Heaven Spring lebih awal.”


Demikian kisah/cerita dari Novel Charlie Wade Bab 7245 – 7246 gratis online. Semoga terhibur.

The Charismatic Charlie Wade / The Amazing Son-in-Law Chapter bab Novel Charlie Wade Bab 7245 – 7246.

3 Comments

  1. 10.40
    28 Agustus 2025
    Penghujung bab.
    Masih menunggu update selanjutnya.
    Tetap semangat untuk penulis.

    • 06:04 wib, 29 Agustus 2025
      Belum ada update.
      Kita tunggu bareng2 ya dari negeri seberang.

  2. Lama juga ya sudah berapa tahun sejak awal mula mulai membaca cerita ini,sudah bolak-balik tinggal di Cikarang, Jakarta, Bandung dan aekarang balik lagi Jakarta dan buku ini belum selesai.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*