Novel Charlie Wade Bab 7225 – 7226

si karismatik novel Charlie Wade lengkap gratis online free - stefan stefancik - unsplash @

Novel Charlie Wade Bab 7225 – 7226 dalam bahasa Indonesia. Diterjemahkan dari novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Naga Tertinggi Ye Chen – Xiao Churan”. Semoga bisa menikmati kisah / ceritanya yang semakin seru.

The Amazing Son-in-Law / The Charismatic Charlie Wade (Ye Chen) Chapter Bab 7225 – 7226.


Situasi di Suriah kini berada di ambang keseimbangan yang rapuh, terutama setelah Hamid berhasil selamat dari serangan mendadak yang dilancarkan oleh Blackwater.

Para pemimpin oposisi yang sebelumnya begitu bernafsu ingin melenyapkan Hamid kini berada dalam tekanan hebat setelah rencana licik mereka terbongkar ke publik.

Kecaman internasional pun tak terhindarkan, membuat posisi mereka di panggung global kian terpuruk.

Meski sebagian dari mereka mungkin mengabaikan reputasi di mata dunia, nyatanya, otoritas mereka di dalam negeri mengalami guncangan serius.

Rakyat mulai meragukan kredibilitas mereka, sementara dari dalam, kecurigaan mulai tumbuh di antara sekutu sendiri. Keadaan semakin genting, hingga akhirnya mereka tak berani bertindak gegabah lagi.

Di sisi lain, kubu oposisi sendiri mulai menunjukkan retakan. Perpecahan menjalar ke berbagai faksi.

Kelompok inti tetap mempertahankan kekuasaan, sedangkan panglima perang di wilayah pinggiran—seperti Hamid—justru terjebak dalam posisi yang rentan, bahkan berbahaya.

Serangan terhadap Hamid menjadi alarm yang menggema ke seluruh penjuru. Maka, begitu selamat dan kembali ke markas, Hamid segera menindaklanjuti instruksi dari Charlie.

Ia mulai menjalin kedekatan dengan beberapa tokoh oposisi yang tersisih, lalu melancarkan perang urat saraf secara halus kepada mereka—membuat mereka kian curiga terhadap pemimpin utama mereka.

Aliansi pun mulai terbentuk di antara mereka. Namun, seberapa solid ikatan ini dan seberapa besar kemampuan tempurnya saat bersatu, Hamid sendiri belum tahu.

Oleh karena itu, ia tetap siaga penuh. Setelah menumpas para mata-mata di dalam kelompoknya, Hamid segera menggandakan jumlah personel penjaga serta memperketat sistem keamanan rutin.

Drone berteknologi pencitraan termal dikerahkan tanpa henti, terbang berputar-putar di langit selama 24 jam, memantau area dalam radius puluhan kilometer dari markasnya.

Semua dilakukan demi mengantisipasi kemungkinan serangan mendadak dari lawan.

Saat Charlie menghubunginya, Hamid masih terlelap usai menjalani serangkaian inspeksi panjang.

Namun, begitu mendengar suara itu di telepon, matanya langsung terbuka lebar dan ia bertanya dengan penuh semangat, “Saudara York, apa yang Anda perintahkan kali ini?”

Charlie menjawab dengan tenang, “Saudara Hamid, bagaimana kabarmu beberapa hari ini?”

Hamid menarik napas panjang sebelum menjawab, “Akhir-akhir ini aku sudah menjalankan semua perintahmu. Diam-diam, aku mendekati beberapa panglima perang oposisi dan telah mencapai kesepakatan aliansi awal bersama mereka.”

“Bagaimana kekuatan mereka?” tanya Charlie.

Hamid menjawab dengan jujur, meski agak malu, “Sejujurnya, mereka tidak begitu kuat. Tidak memiliki wilayah sendiri, dan pasukan mereka pun sudah direorganisasi di bawah yang disebut pasukan pemerintah.”

“Tapi karena insiden yang menimpaku, kini mereka semua waspada dan sedang mencari celah untuk melepaskan diri.”

Charlie pun memberikan arahannya, “Dorong mereka untuk membentuk sistem otonomi seperti yang telah kamu lakukan. Bangun wilayah pertahanan sendiri, tembok yang kokoh, dan gudang logistik yang cukup.”

“Saat ini, meninggalkan kelompok utama tidak menjamin keselamatan. Tapi jika mereka memiliki sistem pertahanan independen, mereka akan jauh lebih aman.”

Hamid mengangguk, meski nada suaranya terdengar berat. “Memang, mereka menginginkannya… Tapi itu tidak mudah. Kelompok inti selalu waspada terhadap mereka. Jika mereka mencoba menarik pasukan yang sudah direorganisasi, pasti akan ditentang keras.”

Charlie tersenyum kecil. “Dulu mungkin ditolak. Tapi sekarang? Situasinya telah berubah. Mereka yang dulu hanyalah oposisi, kini telah menjadi penguasa. Serangan teroris kemarin telah mencoreng wajah mereka.”

“Belum lagi moral internal mereka sedang anjlok. Jika mereka terus menindas panglima-panglima kecil, kemungkinan besar kekacauan akan meledak dari dalam sebelum pasukan pemerintah kembali.”

“Inilah saat terbaik untuk menyuarakan sistem federal.”

“Sistem federal?” Hamid terdiam, tidak begitu paham maksudnya.

Bab 7226

Charlie menjelaskan, “Sistem federal modern. Masing-masing wilayah dipimpin oleh tokoh lokal, memiliki kekuatan militer sendiri, dan menjalankan pemerintahan dengan tingkat otonomi yang tinggi.”

“Tapi jika muncul invasi asing atau pemberontakan besar, semua wilayah wajib tunduk pada komando pusat dan bersatu melawan ancaman itu.”

Hamid merenung sejenak sebelum berkata, “Orang-orang melihat aku hampir tewas di Maladewa. Sekarang, mereka sadar bahwa nasib serupa bisa menimpa mereka juga.”

“Otonomi jelas solusi terbaik, tapi aku ragu para pemimpin inti bersedia memberi ruang untuk itu.”

Charlie menanggapinya dengan tenang, “Semua tergantung pada seberapa besar tekanan internal dan eksternal. Selama tekanannya ringan, semua pihak ingin mempertahankan dominasi.”

“Tapi ketika krisis memuncak, mereka akan mulai memilih. Saat ini, tekanan dari luar dan konflik internal sudah cukup besar. Jika para panglima perang bisa bersatu, perjuangan untuk otonomi tinggi bukan hal yang mustahil.”

“Tentu, wilayah pusat dan zona ekonomi unggulan harus tetap dipegang pemimpin inti. Itu harga kompromi.”

Hamid menghela napas panjang. “Masalahnya, kalau kita hanya dapat daerah terpencil, semua harus dibangun dari nol. Panglima-panglima ini belum tentu punya modal sebesar itu.”

Charlie pun tertawa kecil. “Itu sebabnya aku meneleponmu. Bernard Arnault baru saja menghubungiku. Ia bersedia menyumbangkan dua ratus juta dolar untuk membantumu memperkuat posisimu di Suriah.”

“Kamu bisa menggunakan sebagian dari dana itu untuk membantu sekutumu membangun wilayah mereka.”

Hamid terbelalak. “Bernard menyumbangkan $200 juta padaku?! Semua ini… pasti karena pengaruhmu, Saudaraku?”

Charlie menjawab ringan, “Tak perlu mempersoalkan alasannya. Yang penting, dana itu akan membantumu menggalang dukungan dan memperkuat persatuan.”

Dengan penuh rasa syukur, Hamid berkata, “Saudara York, kamu sudah begitu banyak membantuku. Aku bahkan tak tahu bagaimana membalas budi ini…”

Charlie menenangkan, “Tak perlu formalitas. Lagi pula, Istana Wanlong memiliki kepentingan strategis di Suriah. Kita perlu bekerja sama ke depannya. Jika kamu kuat, maka kekuatan kita secara keseluruhan juga akan meningkat.”

Setelah itu, Charlie bertanya, “Ngomong-ngomong, setelah kamu kembali, apa kamu menghubungi para pemimpin oposisi?”

Hamid menjawab dengan nada getir, “Tidak. Aku tak ingin berurusan lagi dengan para pengkhianat yang suka menusuk dari belakang itu.”

Charlie berkata tenang, “Jangan terburu emosi. Mereka memang telah mengkhianatimu, tapi gagal menjatuhkanmu. Maka sekaranglah waktunya kamu berakting seperti anak manja dan memeras mereka!”

“Percayalah. Hari ini, kita akan tuntut kompensasi. Kalau mereka menolak, kita buat kegaduhan besar—baik di dunia nyata maupun dunia maya.”

“Kamu bisa membuat akun pribadi, unggah video singkat, lakukan siaran langsung. Semakin ribut, semakin mereka tertekan.”

“Intinya, buat mereka tak nyaman sampai mau berdamai.”

“Berdamai?” tanya Hamid, heran.

Charlie menjawab, “Setidaknya, minta mereka membiarkan kamu memperluas wilayah. Setelah itu, rekrut tim eksplorasi untuk mencari potensi cadangan minyak atau gas alam. Kalau ditemukan, kita akan bangun sektor pertambangan.”

Hamid berkata, “Tapi meski aku menemukan minyak, aku tidak bisa menjualnya. Aku tidak punya izin ekspor-impor. Lagi pula, siapa yang mau berbisnis dengan panglima perang sepertiku…”

Charlie terkekeh. “Kamu tak perlu menjualnya langsung. Kalau kamu punya cadangan minyak, aku akan minta Istana Wanlong membangun kilang minyak di sana. Produksi solar dan bensin bisa langsung diproses secara lokal.”

“Minyak berat bisa dijual ke ISU Shipping. Nanti ditampung ke kapal kargo yang melintas di laut. Semua berlangsung dalam siklus internal yang tertutup.”

“Ketika semuanya berjalan, Istana Wanlong akan menagih hasilnya untukmu—dan kamu tinggal duduk menerima pembayarannya.”


Demikian kisah/cerita dari Novel Charlie Wade Bab 7225 – 7226 gratis online. Semoga terhibur.

The Charismatic Charlie Wade / The Amazing Son-in-Law Chapter bab Novel Charlie Wade Bab 7225 – 7226.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*