Novel Charlie Wade Bab 7219 – 7220 dalam bahasa Indonesia. Diterjemahkan dari novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Naga Tertinggi Ye Chen – Xiao Churan”. Semoga bisa menikmati kisah / ceritanya yang semakin seru.
The Amazing Son-in-Law / The Charismatic Charlie Wade (Ye Chen) Chapter Bab 7219 – 7220.
Bab 7219
Bernard sangat memahami bahwa dengan status, latar belakang, serta kekayaan dan sumber daya finansial yang dimiliki Charlie saat ini, angka puluhan hingga ratusan miliar dolar tak akan mengusik perhatiannya.
Bahkan jika ditambahkan sederet nol di belakangnya, itu tetap tak berarti apa-apa bagi Charlie.
Dua pulau? Tak lebih dari sebuah isyarat kecil baginya. Puluhan bahkan ratusan miliar dolar pun, andai diberi begitu saja, tak akan dianggap sebagai perkara besar.
Namun demikian, Bernard merasa bahwa karena Charlie adalah pemegang kendali de facto atas Istana Wanlong, maka sebaiknya dana sebesar itu diarahkan sesuai kehendak Charlie—yakni untuk pengembangan Istana tersebut.
Apalagi dengan runtuhnya Blackwater yang tinggal menunggu waktu, maka peluang besar tengah terbuka bagi Istana Wanlong untuk mengembangkan sayap.
Sumbangan dalam jumlah besar saat ini jelas akan menjadi batu loncatan bagi peningkatan kekuatan mereka.
Meski kenyataannya, Istana Wanlong tidak kekurangan dana sama sekali.
Charlie selama ini telah memberikan keuntungan jangka panjang yang sangat besar, dan pendapatan Istana Wanlong kini telah mencapai tingkat yang luar biasa.
Investasi dalam pembangunan pangkalan mereka sendiri dilakukan dengan sangat serius, bahkan hingga satelit komunikasi mereka pun telah mengudara dan aktif beroperasi.
Namun dalam hal infrastruktur, tak pernah ada istilah “terlalu banyak dana”. Seperti pembangunan kota besar: jika dana mencukupi, membangun jalanan selebar mungkin adalah keputusan terbaik.
Melihat Bernard bersikap bijaksana dan dengan tulus menawarkan dukungan finansial, Charlie tersenyum dan berkata, “Kalau begitu, karena Anda bersedia, saya ucapkan terima kasih atas nama Istana Wanlong.”
Bernard menghela napas lega, lalu berkata berulang-ulang, “Tuan Wade, Anda tak perlu terlalu sopan! Anda sudah begitu banyak membantu saya selama ini. Saya hanya ingin mengungkapkan sedikit rasa terima kasih saya.”
“Kalau Anda tak keberatan dengan persembahan kecil ini, saya sudah sangat senang.”
Charlie tersenyum sambil bertanya, “Pemerintah AS pasti sedang murka padamu sekarang. Apa rencanamu?”
Bernard langsung menjawab, “Tuan Wade, saya berencana tinggal di sini beberapa hari lagi. Semua toko saya akan tetap buka hingga tengah malam nanti.”
“Besok, saya akan mengadakan pertemuan dengan seluruh petinggi perusahaan di AS untuk menyusun langkah lanjutan. Sekalian saya akan menghubungi media demi memperluas jangkauan pemberitaan.”
“Saya menduga, pemerintah AS akan menggelar konferensi pers terkait tindakan mereka terhadap Blackwater.”
“Jika mereka menunjukkan itikad baik, saya akan menyempatkan diri hadir, lalu kembali ke Prancis dalam dua hari. Tapi kalau tidak, maka saya akan melawan sampai titik akhir!”
Charlie tertawa kecil dan berkata, “Kamu memang berani. Oh ya, pastikan semua toko dibuka hingga larut malam nanti.”
“Bukankah kamu ada di Manhattan, New York? Akan sangat efektif jika kamu bisa hadir langsung di salah satu toko terbesarmu di sana. Media pasti akan terpancing.”
“Saya yakin malam ini semua toko akan penuh sesak oleh pembeli. Meski secara nominal mungkin tak begitu berpengaruh bagimu, tapi bila antusiasme publik meledak, kamu dan merekmu akan kembali jadi sorotan.”
“Bahkan bukan tak mungkin penjualanmu secara global akan melonjak drastis.”
Bernard sempat terdiam sejenak, takjub bagaimana Charlie bisa menebak dengan akurat langkah-langkah yang akan diambilnya.
Namun, ia tetap memasang wajah terkejut sembari berkata, “Ah, Tuan Wade, saran yang sangat cerdas! Terima kasih banyak! Saya akan manfaatkan momen ini sebaik mungkin untuk menciptakan gebrakan besar!”
Lalu ia menyelipkan pujian tulus, “Tuan Wade, Anda benar-benar ahli dalam urusan bisnis!”
Charlie merespons dengan nada tenang, “Cukup, tak perlu menyanjung. Kamu sendiri sangat cerdas. Saya pikir kamu tahu jauh lebih banyak dari dugaan saya. Saran tadi mungkin terdengar terlalu mendasar untukmu.”
Sesudahnya, Charlie meregangkan tubuh dan tersenyum ringan. “Anggap saja kerugian selama tiga tahun di pasar Amerika sebagai poin pengalaman. Dua hari ke depan, anggap saja kamu sedang berlibur.”
Bernard mengangguk sambil tertawa, “Baik, Tuan Wade! Saya akan ikuti arahan Anda!”
* * *
Tiga puluh menit kemudian, ruang konferensi pers di Gedung Putih telah dipenuhi oleh para jurnalis.
Pihak berwenang mengumumkan bahwa konferensi ini akan digunakan untuk menyampaikan sikap resmi pemerintah AS terkait kasus Blackwater dan tragedi di Cheval Blanc Randheli.
Bab 7220
Setelah kemarahan Bernard meledak di hadapan publik Amerika, perhatian media terhadap kasus ini memuncak drastis. Aula konferensi dipadati wartawan, bahkan lebih semarak dari pesta rakyat.
Karena besarnya perhatian yang tercurah, juru bicara perempuan muda yang biasanya tampil percaya diri pun kali ini diliputi rasa gugup saat akan naik ke panggung.
Padahal, dalam keadaan normal, ia adalah sosok yang dingin dan rasional. Bahkan ketika harus menyampaikan kebohongan paling kejam sekalipun, ia tetap bisa menjaga ketenangan dan wibawanya.
Ia pernah berkata, bahwa dirinya terlahir kuat, dan akan selalu tampil kuat.
Namun hari ini, ia tidak punya pilihan selain menanggalkan ketegasan itu.
Hari ini, ia harus berdiri di hadapan dunia dan mengakui kesalahan.
Atas nama pemerintah Amerika Serikat, ia akan menyampaikan permohonan maaf atas insiden Blackwater.
Ia pun akan mengumumkan hukuman yang dijatuhkan kepada perusahaan tersebut.
Mengingat dalam sepanjang kariernya ia belum pernah tunduk atau mengalah, momen ini terasa sangat pahit.
Namun ia sadar bahwa sebagai juru bicara, ia hanya dapat menjalankan tugas. Setiap kata, sikap, dan sudut pandang yang ia tampilkan telah ditentukan oleh para atasannya.
Dan hari ini, ia harus patuh pada naskah yang sudah disusun.
Menjelang waktu yang ditentukan, ia menarik napas dalam beberapa kali, lalu melangkah masuk ke aula.
Begitu ia muncul, blitz kamera media langsung menyala silih berganti. Suara klik jepretan memenuhi ruangan seperti denting hujan di atap seng.
Ia berdiri tegak di belakang podium, menenangkan diri sejenak, lalu membuka konferensi dengan kalimat, “Selamat datang di konferensi pers ini.”
“Sebelum kita mulai, atas nama pemerintah Amerika Serikat, saya ingin menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh wisatawan dan staf yang menjadi korban dalam serangan teroris di Cheval Blanc Randheli.”
“Kami sempat percaya pada pernyataan salah satu eksekutif Blackwater, yang mengklaim bahwa tindakannya bersifat pribadi dan tidak berkaitan dengan perusahaan. Hal ini telah menghambat jalannya penyelidikan.”
“Namun, kami akan segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden ini!”
Permohonan maaf ini memang mengejutkan, namun dalam situasi saat ini, langkah tersebut bisa dimaklumi.
Tekanan yang diterima pemerintah AS sungguh luar biasa. Jika mereka terus menutup mata, keadaan hanya akan memburuk.
Juru bicara itu lalu melanjutkan, “Selain menyampaikan permintaan maaf, kami juga ingin mengumumkan bahwa…”
“Berdasarkan perintah Presiden, FBI telah menahan seluruh petinggi Blackwater. Setelah penyelidikan rampung, mereka akan diadili sesuai hukum yang berlaku.”
Begitu pernyataan ini selesai diucapkan, sorak sorai meledak di seisi ruangan.
Kini publik sudah mengetahui keseluruhan cerita. Mereka paham bahwa serangan di Cheval Blanc Randheli merupakan keputusan Blackwater sendiri, dan bukan hasil konspirasi pemerintah.
Selama pemerintah AS bersikap adil dan tak lagi melindungi perusahaan itu, publik akan merasa lega.
Lebih dari itu, pernyataan ini menandai kemenangan Bernard dalam pertarungannya melawan pemerintah AS—sekaligus memperkuat pengakuan internasional atas dirinya.
Juru bicara tersebut kembali menyampaikan, “FBI telah menyita seluruh aset Blackwater dan menghentikan semua kegiatan operasionalnya.”
“FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri telah membentuk tim investigasi gabungan. Mulai besok, tim ini akan memasuki kantor pusat Blackwater dan melakukan penyelidikan mendalam.”
“Kami juga telah membekukan seluruh rekening serta properti Blackwater di wilayah Amerika Serikat.”
“Setelah penyelidikan selesai, pemerintah akan menghitung nilai kerugian yang ditimbulkan dan memberikan kompensasi kepada para korban.”
Sistem hukum di Amerika dikenal sangat tegas terhadap perusahaan yang terlibat kejahatan.
Sebagai contoh, kasus sistem Autopilot milik Tesla yang menyebabkan satu kematian dan satu luka-luka berujung pada denda sebesar 243 juta dolar.
Atau insiden pemukulan yang dilakukan United Airlines, yang menyebabkan perusahaan membayar puluhan juta dolar sebagai ganti rugi.
Dalam insiden Cheval Blanc Randheli, meskipun seluruh korban tewas adalah tentara bayaran Blackwater, dampaknya tetap masif. Bernard bahkan menjadi korban tembakan di bagian kaki.
Jika pemerintah AS tidak lagi melindungi Blackwater dan benar-benar bersikap adil dalam kasus ini, maka Blackwater harus bertanggung jawab atas ratusan juta dolar yang diklaim Bernard telah ia gunakan untuk menyuap Maqui, puluhan juta dolar kompensasi bagi para kliennya, serta kerugian akibat puluhan korban jiwa.
Jika total nilai tersebut melampaui kas tunai Blackwater, maka seluruh aset non-tunai pun akan disita dan dilelang.
Singkatnya, ini akan menjadi akhir dari Blackwater—baik secara hukum maupun secara finansial.
Demikian kisah/cerita dari Novel Charlie Wade Bab 7219 – 7220 gratis online. Semoga terhibur.
The Charismatic Charlie Wade / The Amazing Son-in-Law Chapter bab Novel Charlie Wade Bab 7219 – 7220.
Leave a Reply