Novel Charlie Wade Bab 7133 – 7134 dalam bahasa Indonesia. Diterjemahkan dari novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Naga Tertinggi Ye Chen – Xiao Churan”. Semoga bisa menikmati kisah / ceritanya yang semakin seru.
The Amazing Son-in-Law / The Charismatic Charlie Wade (Ye Chen) Chapter Bab 7133 – 7134.
Bab 7133
Elaine tampak tidak puas sama sekali dengan penjelasan yang diberikan Hani.
Dengan nada sengit, ia langsung membalas, “Apa maksudmu? Masa iya, kami para pelanggan tidak boleh bersenang-senang hanya karena bos kalian datang?”
“Sebenarnya siapa yang jadi raja? Pelanggan atau bos perusahaanmu?”
Hani merasa malu bukan main, lalu menjawab dengan lembut, “Nyonya, kalau soal pelanggan sebagai raja, tentu masuk akal.”
“Tapi saya ini hanya pembantu rumah tangga biasa, bagaimana mungkin saya bisa ikut campur soal bagaimana atasan saya mengatur sesuatu.”
Elaine kembali bertanya, nada suaranya tajam, “Lalu di mana bosmu itu? Panggil dia ke sini! Aku ingin bertanya langsung, apakah memang beginilah cara dia memperlakukan para tamunya?”
Pertanyaan itu membuat Hani sedikit panik. Ia memandang Elaine dengan ragu, lalu berkata pelan, “Nyonya… apakah Anda tahu siapa sebenarnya bos perusahaan ini?”
Elaine menjawab enteng, bahkan sedikit mencemooh, “Aku datang ke sini untuk liburan, bukan untuk cari tahu siapa bos tempat ini. Memangnya kenapa? Apa dia lebih hebat dari Bill Gates?”
Hani terbatuk dua kali, canggung, lalu menjelaskan dengan suara hampir berbisik,
“Nyonya, berdasarkan Daftar Orang Kaya Dunia tahun lalu, bos kami menduduki peringkat ketiga. Sementara Tuan Bill Gates yang Anda sebutkan hanya ada di posisi kedelapan.”
“Apa?” Elaine mendengus kaget, matanya membulat, “Bosmu cuma buka hotel, kan? Kok bisa dia jadi orang ketiga terkaya di dunia?”
Hani pun mulai menjelaskan dengan tenang, “Nyonya, yang Anda lihat ini—pulau tempat Anda berlibur—hanyalah sebagian kecil dari bisnis beliau. Bahkan seluruh jaringan Cheval Blanc di dunia ini hanyalah bagian kecil dari industrinya.”
“Merek-merek kelas atas seperti Louis Vuitton dan Hermes… sekarang semuanya berada di bawah naungan beliau. Dia adalah penguasa industri barang mewah dunia.”
Mendengar itu, Charlie tak bisa menahan senyum geli yang terlukis di sudut bibirnya. Nama yang disebutkan Hani memancing komentar spontan darinya.
Baru Charlie sadar, pulau yang dipilihnya untuk liburan ternyata milik si taipan satu itu. Seandainya dia tahu sejak awal, ia pasti sudah meminta pulau ini sebagai tambahan ketika bertransaksi soal pil peremajaan waktu itu.
“Sialan…” gumamnya pelan.
Sementara itu, Elaine juga bergumam, setengah terkesima, “Astaga… Bajingan tua itu kaya banget rupanya. Industri barang mewah ternyata sangat menggiurkan.”
“Aku bahkan tak tahu berapa banyak uang yang udah dia dapat dari tas-tas mahal yang kubeli…”
Hani sedikit kaget dengan kata-kata blak-blakan Elaine, lalu buru-buru memperingatkan, “Nyonya, mohon jaga ucapan Anda…”
Elaine mendadak tersadar, lalu tertawa kecil, “Oh! Maaf, aku lupa. Kalau dia benar-benar orang ketiga terkaya di dunia, memang sebaiknya aku lebih berhati-hati bicara.”
Kemudian, dengan santai ia memiringkan kepala dan bertanya, “Selain spa bawah laut, mana lagi yang paling direkomendasikan?”
“Spa pantai kami yang terbaik, Nyonya,” jawab Hani sopan.
“Baiklah, buatkan janji untukku. Aku mau ke sana setelah makan malam,” kata Elaine sambil mengangguk puas.
Jacob, yang berdiri tak jauh, langsung menyahut, “Aku juga, sekalian buatkan janji untukku. Aku penasaran ingin mencobanya.”
Lalu ia menoleh ke arah Charlie dan Claire, “Charlie, Claire, kalian ikut juga?”
Charlie tersenyum tipis, “Aku tidak.”
Claire pun menggeleng pelan, “Aku juga tidak, kalian saja.”
Elaine menanggapinya dengan senyum menggoda, “Baiklah, kalian berdua bisa menikmati waktu berdua saja!”
Claire sedikit tersipu. Sejujurnya, ia sempat membayangkan perjalanan ke Maladewa ini akan menjadi momen romantis berdua bersama Charlie. Tapi nyatanya, ada sesuatu yang mengganjal di hatinya, membuat suasana hatinya tak kunjung tenang.
Usai makan malam, Elaine dan Jacob pun berangkat menuju spa pantai seperti yang telah direncanakan.
Sementara itu, Charlie menoleh kepada Claire dan bertanya, “Istriku, mau jalan-jalan ke pantai?”
Claire meliriknya, lalu mengangguk pelan, “Boleh. Ayo.”
Bab 7134
Charlie pun berdiri, berpamitan sebentar pada Hamid, lalu berjalan keluar restoran bersama Claire.
Tak lama, Hani menyusul dan berkata sambil tersenyum hangat, “Tuan Wade, Nyonya Wade, saat ini adalah waktu yang tepat untuk melihat pari manta di teluk utara. Ingin coba berinteraksi dengan mereka?”
“Pari manta?” tanya Claire penasaran. “Apa kalian memeliharanya di sini?”
Hani tertawa kecil dan menggeleng, “Tidak, Nyonya. Pari manta memang hidup liar di sekitar sini. Wilayah kami adalah habitat alami mereka.”
“Biasanya, mereka akan datang ke perairan dangkal untuk bermain dan mencari makan sebelum senja. Saat hari mulai gelap, mereka akan kembali ke laut lepas. Sekarang momen yang pas kalau Anda ingin menyapa mereka.”
Claire tampak tertarik. “Bisakah Anda mengantar kami ke sana?”
“Tentu saja!” jawab Hani antusias. “Saya akan bawa Anda berdua dengan kereta golf kami.”
Wajah Claire yang sejak tadi muram mulai cerah. “Terima kasih banyak,” ucapnya, tulus.
Charlie dan Claire pun menaiki mobil golf yang memang disiapkan untuk para tamu.
Dengan gerak tenang, kendaraan listrik itu menyusuri jalanan berbatu pulau menuju pantai di ujung utara.
Cheval Blanc Randheli memang luas dan hanya memiliki sedikit vila tamu. Pulau ini mengedepankan privasi dan ketenangan, sehingga jumlah wisatawan yang ada pun sangat terbatas.
Di sepanjang pantai yang membentang panjang, hanya terlihat beberapa turis yang sedang bersantai.
Namun, pantai bagian utara tampak lebih ramai malam itu. Rupanya para tamu tertarik menyaksikan atraksi pari manta yang unik.
Kebanyakan dari mereka datang bersama pengurus rumah tangga masing-masing, yang kini menunggu di tepi pantai.
Begitu Charlie dan Claire sampai, mereka langsung melihat kawanan pari manta sebesar baskom berenang riang di air dangkal.
Beberapa tamu bahkan sudah berdiri di dalam air, mengabadikan momen dengan kamera dan ponsel.
Karena sebelumnya mereka hanya mengenakan sandal untuk makan malam, Claire melangkah ringan di atas pasir keemasan, menyusuri deburan ombak kecil, hingga akhirnya tiba di tengah kerumunan pari manta.
Charlie sendiri tidak terlalu tertarik pada hewan, namun ia tetap mengikuti dari belakang. Ia mengeluarkan ponselnya dan merekam Claire yang tampak gembira.
Saat para tamu tenggelam dalam keseruan, terdengar suara pekik dari seorang pengurus rumah tangga berkulit putih, menggunakan Bahasa Inggris fasih.
“Oh Tuhan! Coba dengar ini! Manajer bilang superstar Tawana Sweet akan datang liburan ke sini besok!”
“Bersiaplah! Kita harus kerja lembur malam ini untuk menyambutnya!”
“Serius?!” pekik beberapa pengurus rumah tangga lainnya. Mereka tampak begitu antusias, buru-buru mengeluarkan ponsel masing-masing.
Beberapa di antara mereka sampai melompat kegirangan, “Ini benar-benar nyata! Tawana Sweet benar-benar akan datang! Ya Tuhan! Tolong katakan ini bukan mimpi!”
Di Cheval Blanc Randheli, privasi tamu adalah segalanya. Jika tamu istimewa akan datang, pihak manajemen baru mengumumkannya secara internal malam sebelum kedatangan, demi menjaga kerahasiaan.
Dan jika tamunya sekelas superstar dunia, maka tentu saja akan ada sambutan khusus yang disiapkan oleh seluruh staf.
Selama ini, Cheval Blanc Randheli memang sering kedatangan selebriti internasional, namun belum pernah Tawana Sweet hadir di sana.
Bagi para pencinta musik pop Eropa dan Amerika, nama Tawana Sweet bukanlah sekadar bintang. Ia adalah ikon sejati.
Popularitasnya menyaingi—bahkan melampaui—Beyoncé. Bahkan para penggemar fanatik pun menyebutnya berada di tingkat yang berbeda.
Kebanyakan pengurus rumah tangga di pulau itu adalah anak muda. Mereka mungkin belum pernah berkesempatan menyaksikan konsernya secara langsung karena terbatas biaya dan waktu.
Kini mendengar bahwa sang idola akan mendarat esok hari di pulau tempat mereka bekerja, wajar jika kegembiraan mereka meluap-luap.
Teriakan penuh semangat itu pun menarik perhatian beberapa tamu. Beberapa dari mereka terdengar bertanya heran, “Tawana Sweet akan datang ke sini?! Serius?!”
Demikian kisah/cerita dari Novel Charlie Wade Bab 7133 – 7134 gratis online. Semoga terhibur.
The Charismatic Charlie Wade / The Amazing Son-in-Law Chapter bab Novel Charlie Wade Bab 7133 – 7134.
Dan hari ke 5 diupdate,,, hanya 1 lembar.. Menyedihkan bgt gue..