Novel Charlie Wade Bab 7097 – 7098 dalam bahasa Indonesia. Diterjemahkan dari novel serial berbahasa China dengan judul “Menantu Naga Tertinggi Ye Chen – Xiao Churan”. Semoga bisa menikmati kisah / ceritanya yang semakin seru.
The Amazing Son-in-Law / The Charismatic Charlie Wade (Ye Chen) Chapter Bab 7097 – 7098.
Bab 7097
Ungkapan Jeston, “melihat bulan melalui kabut,” terasa begitu tepat saat Claire tengah larut dalam pikirannya sendiri.
Charlie tidak pernah menyinggung pertanyaan-pertanyaan yang selama ini membayangi benaknya, dan Claire pun merasa tidak nyaman untuk menanyakannya.
Tidak ada satu pun orang yang bisa ia mintai jawaban. Maka, ia memilih untuk mengubur keraguan itu dalam-dalam. Sesekali, dia bahkan menggunakan logika Charlie sendiri untuk menenangkan hatinya.
Namun, kalimat “melihat bulan melalui kabut” bagaikan kilat yang menggelegar dari langit mendung. Satu hentakan yang menggugah rasa ingin tahunya, mengoyak kabut yang selama ini menyelimutinya.
Dengan penuh keyakinan, Claire menatap Jeston dan berkata dengan sungguh-sungguh, “Guru, tolong bantu saya memecahkan keraguan ini!”
Jeston mengangguk perlahan, lalu dengan nada serius, ia berkata, “Nasib suamimu sangat langka, hanya satu di antara jutaan orang.”
“Dia adalah naga di antara manusia, sosok yang luar biasa dalam kemampuan maupun kedudukannya. Bahkan seharusnya dia menjadi panutan, diagungkan dan dihormati oleh ribuan orang.”
“Ini…” Claire mengernyit, seolah tidak yakin.
“Suamiku… tampaknya tidak sehebat yang Anda katakan. Dia hanya belajar secara otodidak dan memang pandai membaca Feng Shui. Memang, ada beberapa pengusaha dan pemilik perusahaan besar yang memercayainya.”
Jeston menggelengkan kepala perlahan. “Tidak sesederhana itu. Jika seseorang memiliki nasib sehebat itu dan memilih berkecimpung di dunia bisnis, paling tidak, dia sudah menjadi salah satu dari sepuluh orang terkaya di dunia. Jika ia terjun ke bidang akademik, ia pasti telah memenangkan Hadiah Nobel.”
“Bila kamu menganggap dia tak begitu luar biasa, maka itu bukan karena dia kekurangan, melainkan karena kamu belum mampu melihat kebenaran. Pasti ada sesuatu yang menghalangi pandanganmu.”
Claire mengerutkan dahi, matanya menyiratkan keheranan. “Apakah dia benar-benar sekuat itu?”
Jeston mengangguk mantap. “Mungkin kamu belum pernah mendengar tentang Takdir Naga yang Naik ke Langit. Dari semua yang aku pelajari, suamimu kemungkinan besar adalah satu-satunya manusia yang memiliki nasib Naga yang Naik ke Langit di dunia ini.”
Nada suara Jeston berubah menjadi lebih khidmat saat ia melanjutkan, “Untuk menjadi seorang Naga yang Naik ke Langit, pertama-tama kamu harus menjadi Naga sejati. Dan kedua, kamu harus mendapatkan restu dari seorang ayah yang juga seorang Naga.”
“Orang tua seperti itu bukanlah orang biasa. Mereka haruslah sosok yang luar biasa, penuh pengorbanan dan kebesaran hati. Hanya orang tua sehebat itulah yang bisa membesarkan anak seperti suamimu.”
Claire tampak bimbang, antara percaya dan ragu. “Ini… bukankah ini terdengar terlalu luar biasa? Jika memang begitu, maka orang tua suamiku pasti juga luar biasa, bukan? Tapi… dia yatim piatu…”
Jeston tersenyum tenang. “Dermawan… jangan lupa. Seorang yatim piatu juga pernah memiliki orang tua sebelum mereka menjadi yatim.”
Claire sempat terdiam. Matanya menerawang.
Charlie kehilangan kedua orang tuanya sejak masih kecil dan tumbuh di panti asuhan.
Saat ia bertanya tentang kenangan masa kecilnya, Charlie selalu berkata bahwa orang tuanya hanyalah orang biasa yang meninggal dalam kecelakaan, meninggalkan dirinya sendirian di dunia.
Namun kini, Jeston justru menyebut bahwa orang tuanya adalah sosok yang luar biasa. Mereka langka bahkan di antara miliaran manusia. Sehebat apakah mereka sebenarnya, hingga layak mendapat pengakuan sebesar itu?
Perkataan Charlie dan pernyataan Jeston begitu bertolak belakang. Jika salah satunya benar, maka yang lain jelas keliru.
Siapa yang jujur, dan siapa yang menyembunyikan kebenaran?
Meski hatinya berusaha menyangkal, keyakinannya mulai goyah. Dalam ketidakpastian yang perlahan menyelimuti, entah mengapa, Jeston terasa lebih meyakinkan daripada suaminya sendiri.
Di saat itulah, Jeston menatapnya dan bertanya, “Dermawan, kamu bilang suamimu bernama Charlie Wade, bukan? Tiba-tiba aku teringat dengan keluarga Wade dari Eastcliff. Pernahkah kamu mendengar tentang mereka?”
“Keluarga Wade dari Eastcliff?” Claire menaikkan nada suaranya. “Tentu saja pernah. Mereka termasuk salah satu keluarga paling berpengaruh di negeri ini. Bahkan, aku dengar Emgrand Group di Aurous Hill dibeli oleh keluarga Wade…”
Bab 7098
Mendadak, jantung Claire berdegup kencang. Sebuah benang merah seolah terajut di benaknya: Emgrand Group… Keluarga Wade… Charlie…
Apakah ini hanya kebetulan? Atau ada sesuatu yang lebih besar di balik semua ini?
Tiba-tiba ia teringat kejadian di masa lalu. Saat kabar akuisisi Emgrand Group merebak, keluarga Wilson sedang berada dalam kesulitan. Neneknya saat itu begitu berambisi mendapatkan proyek kerja sama dengan Emgrand Group.
Claire sendiri tidak merasa punya peluang, namun yang terjadi justru sebaliknya. Doris, Wakil Ketua Emgrand Group, mengenalnya dengan baik, bahkan menyerahkan kontrak kerja sama secara langsung, dan menghadiri konferensi pers keluarga Wilson.
Saat itu Claire tidak mengerti, mengapa dirinya mendapat perlakuan begitu istimewa.
Namun, jika Charlie benar-benar memiliki hubungan dengan keluarga Wade, semua itu menjadi masuk akal.
Jantung Claire berdegup semakin cepat. Ia memandang Jeston dengan tatapan gugup. “Guru, dari semua yang Anda katakan… mungkinkah suamiku berasal dari keluarga Wade di Eastcliff?”
Namun, Jeston tidak langsung menjawab. Ia menatapnya dalam-dalam, lalu berkata dengan penuh keseriusan,
“Setahu saya, generasi penerus paling menonjol dari keluarga Wade adalah seorang pria bernama Curtis. Istrinya, Ashley, bahkan lebih terkenal. Dia adalah putri sulung dari keluarga Acker—keluarga Tionghoa pertama di Amerika Serikat. Kekuatan keluarga Acker bahkan melebihi keluarga Wade beberapa kali lipat.”
“Keduanya adalah figur luar biasa, bukan hanya di komunitas Tionghoa, tapi juga dunia internasional. Apakah kamu pernah mendengar nama mereka?”
Claire mengangguk. Walau tidak tahu banyak tentang Curtis, ia tahu siapa Ashley. Sosok wanita tangguh dan elegan itu merupakan inspirasi bagi banyak wanita Tiongkok.
Saat mengikuti kelas master di Amerika, beberapa temannya bahkan adalah penggemar berat Ashley.
Hatinya semakin dipenuhi kecemasan. Ia menatap Jeston dan bertanya, “Mereka… apakah mereka ada hubungannya dengan suamiku?”
Jeston mengangguk perlahan. “Aku pernah mendengar tentang sebuah tragedi. Sekitar dua puluh tahun lalu, pasangan itu berseteru dengan keluarga Rothschild. Setelah itu, mereka meninggalkan keluarga Wade, dan kemudian terbunuh dalam konflik itu. Apakah kamu tahu tentang insiden ini?”
Claire mengangguk perlahan. “Aku… pernah mendengarnya juga…”
Jeston menatapnya dalam dan kembali bertanya, “Apakah kamu tahu di mana mereka mengalami kecelakaan itu?”
Claire menggeleng dengan bingung, seperti boneka goyang. “Aku benar-benar tidak tahu… Guru, apakah Anda tahu?”
Dengan nada berat dan pandangan tajam, Jeston menjawab, “Mereka dibunuh di Aurous Hill… lebih dari dua puluh tahun yang lalu.”
“Aurous Hill?!”
Mata Claire membelalak lebar. Nafasnya menjadi tak beraturan, dan detak jantungnya semakin tak terkendali. Ada sesuatu dalam dirinya yang terbangun, seolah sebuah kebenaran hendak memecah permukaan.
Jeston melanjutkan, “Curtis dan Ashley hanya memiliki satu anak, seorang anak laki-laki. Setelah mereka terbunuh, tidak ada yang tahu di mana anak itu berada—apakah dia masih hidup, atau sudah tiada…”
Claire serasa tersambar petir. Ia teringat usia Charlie dan segera bertanya dengan suara bergetar, “Guru… kalau begitu… berapa usia anak itu saat ia menghilang?”
Jeston menatapnya tajam dan menjawab tegas, “Dia baru berusia delapan tahun saat itu!”
“Ah?!” Claire merasa kepalanya berputar. Ia berusaha menenangkan dirinya dan berkata pelan,
“Suamiku… dia masuk panti asuhan saat berumur delapan tahun. Dia tinggal di sana sampai usia delapan belas… dan sekarang… dia hampir berusia dua puluh sembilan tahun… Ini… ini terlalu kebetulan, bukan?”
Dengan suara tenang, Jeston berkata, “Dari sudut pandang takdir, jelas bahwa orang tua suamimu bukanlah orang biasa. Curtis dan Ashley adalah tokoh luar biasa. Selain itu, nama belakang suamimu adalah Wade.”
“Jika nama keluarga, waktu, dan tempat semuanya cocok, maka aku yakin… suamimu adalah satu-satunya putra Curtis dan Ashley.”
Demikian kisah/cerita dari Novel Charlie Wade Bab 7097 – 7098 gratis online. Semoga terhibur.
The Charismatic Charlie Wade / The Amazing Son-in-Law Chapter bab Novel Charlie Wade Bab 7097 – 7098.
Smpe tak baca brulang ulang..wkwk..cerita yg hebat..
Jangan kelamaan update nya min please.
Penasaran nih ane udah tanggung.
sama, penasaran juga 🙂
kita sama2 nunggu penulis aslinya update ya…