Novel Charlie Wade Bab 15 -16

si karismatik novel Charlie Wade lengkap gratis online free - stefan stefancik - unsplash @

Baca online Novel Si Karismatik Charlie Wade Bab 15 -16.

(The Amazing Son-in-Law / The Carismatic Charlie Wade) Chapter 15 – 16.

Bab 15

Setelah meninggalkan toko perhiasan Emerald Court, Charlie tidak langsung pulang.

Dia ingin memberikan serangkaian kejutan untuk istrinya di hari jadi pernikahan mereka berdua.

Kejutan ini bukan hanya kalung zamrud, Charlie juga ingin merayakan pernikahan yang romantis untuk sang istri.

Pada awal Charlie dan Claire, atas desakan Tuan Wilson, mereka menikah dengan tergesa-gesa. Tidak ada waktu untuk resepsi pernikahan.

Tuan Wilson sendiri ingin memilih hari yang baik dan mengadakan resepsi pernikahan yang besar. Namun tak lama setelah keduanya menerima akte nikah, dia sakit parah dan dirawat di rumah sakit. Sehingga resepsinya ditunda.

Kemudian, Tuan Wilson wafat, dan Charlie tidak memiliki siapa pun di keluarga Wilson yang perduli padanya. Jadi resepsi pernikahan itu bahkan lebih mustahil.

Sekarang dia kaya raya, dia harus membayar acara resepsi pernikahan istrinya!

Saat memikirkan lokasi pernikahan, yang pertama muncul dalam benaknya adalah Sky Garden Shangri-La Hotel!

Shangri-La saat ini adalah hotel terbaik di Aurous Hill. Hotel ini mencakup area yang luas, dengan dekorasi yang sangat mewah. Bahkan ada pusat perbelanjaan besar dan mewah di dalamnya.

Sky Garden berada di lantai tertinggi di dalam mal.

Alasan mengapa disebut Sky Garden adalah karena terbuat dari kaca kristal. Terlihat seperti taman besar yang menggantung di udara.

Ini juga merupakan aula perjamuan terbesar dan termewah di Aurous Hill. Jika pernikahan dilangsungkan di sini, biayanya setidaknya beberapa juta yuan.

Charlie kaya sekarang. Jutaan yuan bukan apa-apa di matanya. Selama dia bisa membuat istrinya bahagia, itu menjadi lebih penting dari apa pun.

Jadi dia datang ke Shangri-La Hotel dan ingin memesan ruang sky garden pada tanggal ulang tahun pernikahan.

Namun, Charlie tidak tahu bahwa Shangri-La Hotel menerapkan layanan berbasis keanggotaan.

Mau makan, menginap, atau mengadakan jamuan makan, harus memiliki anggota hotel terlebih dahulu.

Masing-masing tingkat memberikan layanan berbeda.

Anggota biasa hanya bisa makan di lobi dan hanya bisa menginap di kamar standar.

Anggota Silver bisa makan di ruang privat dan tinggal di kamar mewah kelas atas.

Anggota Gold bisa makan di ruang privat mewah dan tinggal di suite mewah.

Anggota Platinum bisa makan di Sky Garden dan tinggal di suite mewah terbaik.

Dan level tertinggi adalah Diamond Member.

Hanya tamu dengan Diamond Membership yang bisa tinggal di president suite. Dan hanya anggota diamond saja yang bisa memesan seluruh Sky Garden untuk jamuan makan.

Untuk mendapatkan keanggotaan di atas Gold, tamu tidak bisa membelinya dengan uang. Hanya bisa dengan undangan atau diberikan pada mereka yang memiliki status sosial memadai.

Charlie Wade datang ke Shangri-La Hotel, dan sebelum memasuki pintu, dia dihentikan oleh beberapa pria yang mengenakan setelan hitam.

“Maaf pak, tolong tunjukkan kartu anggota anda.”

Pakaian yang dikenakan Charlie nilainya tidak sampai 200 yuan. Jauh berbeda dengan para tamu yang mengenakan pakaian cerah dan mewah, yang terlihat sangat memesona.

Charlie buru-buru berkata, “Kalian berdua, saya ingin menemui manajer dan ingin membincangkan pemesanan ruang.”

Pria itu berkata dengan dingin: “Maaf, Anda tidak bisa masuk tanpa kartu keanggotaan!”

Charlie Wade bertanya, “Kalau begitu, bisakah saya mengajukan kartu keanggotaan sekarang?”

Pria tersebut menggelengkan kepalanya, “Maaf, kartu anggota hanya bisa diproses melalui undangan.”

Kening Charlie berkerut, berpikir bahwa Shangri-La terlalu merepotkan.

Dia bingung harus berbuat apa, tiba-tiba teringat dia pernah didaftarkan oleh Tuan Wilson untuk masuk Universitas Aurous Hill dan menjadi senior bersama istrinya. Ada teman sekelas kuliah bernama Sabrina Lee Yang. Dia bekerja di hotel ini!

Charlie segera mengeluarkan ponsel dan menelepon Sabrina.

Setelah menjelaskan situasi ingin mengajukan keanggotaan, Sabrina segera berkata: “Ketua kelas, serahkan masalah ini pada saya. Saya segera menghampirimu.”

Charlie buru-buru berterima kasih.

Walaupun hanya satu teman sekelas kuliah dengan Sabrina selama satu tahun, masih ada rasa persahabatan di antara mereka. Dia harus membalas budi pada Sabrina di masa depan.

“Hai ketua kelas!”

Seruan seorang wanita terdengar dari arah pintu hotel.

Menggeser pandangannya, Charlie melihat seorang wanita mengenakan pakaian formal, riasan tebal, dan sangat centil. Berjalan cantik keluar dari hotel.

Sabrina? Dia telah banyak berubah! Hampir saja tidak bisa mengenalinya!

Melihat gadis centil itu, dua satpam berpakaian hitam di pintu buru-buru membungkuk dan menyapa dengan hormat, “Nona Lee.”

Charlie terpukau, “Sabrina, kita tidak saling jumpa beberapa tahun. Kamu sekarang menjadi manajer di Shangri-La. Itu keren!”

Sabrina tersenyum dan berkata, “Sama-sama, ketua kelas. Saya sebenarnya hanya seorang manajer rendah di departemen personalia. Saya hanya bisa manajer junior di tingkat menengah atau bawah.”

Charlie memuji dengan tulus, “Itu sudah sangat bagus. Saya mendengar bahwa manajemen Shangri-La memiliki kualifikasi sangat tinggi. Kamu benar-benar luar biasa!”

Sabrina tersenyum puas, lalu menatap dua satpam berbaju hitam di sampingnya. Bertanya dengan dingin, “Apakah kalian berdua yang menghalangi ketua kelas universitas saya di pintu dan tidak mengizinkannya masuk?”

Keduanya saling memandang, dan salah seorang dari mereka berkata, “Maaf, Nona Lee, saya tidak tahu ini teman sekelas Anda di kampus. Dia tidak memiliki kartu anggota, saya hanya menjalankan aturan hotel.”

Sabrina mendengus dingin: “Aturan adalah aturan, tapi manusia itu orang hidup. Apa kamu tidak mengerti kebenaran ini?”

Charlie berpikir bahwa Sabrina Lee akan menghukum mereka karenanya. Dia buru-buru berkata, “Sabrina, jangan mempersulit mereka. Mereka hanya melakukan tugas.”

Sabrina memandang Charlie, tiba-tiba tertawa dan mengubah mimik wajahnya. Dia berkata sinis, “Ketua Kelas yang baik, kamu terlalu serius. Apa kamu benar-benar berpikir aku akan menghukum staf untukmu…?”

Charlie mengerutkan kening: “Sabrina, apa maksudmu?”

“Apa maksudku?” Sabrina berkata menyeringai, “Apakah belum jelas? Kamu masih ingin memasuki Shangri-La? Aku beri tahu, jangan pernah memikirkannya dalam hidupmu!”

Charlie mengepalkan tinjunya dan bertanya lagi, “Apa maksudmu?”

“Aku memperolok-olokmu!” Sabrina tertawa.

“Aku sudah tidak menyukaimu saat kuliah, aku hanya tahu bahwa kamu pecundang. Kamu bahkan tidak mampu membeli jajanan gorengan daging di kafetaria. Apakah kamu masih menjadi ketua kelas? Apakah kamu masih mengomentari prestasi akademisku? Bah! Aku bahkan tidak melihat ada yang baik darimu!”

Charlie berkata muram: “Sabrina, saya Charlie Wade, setahuku saya tidak pernah memprovokasimu. Mengapa sekarang mengejek saya?”

Bab 16

Sabrina melipat tangan di depan dadanya dan berkata bangga, “Kamu rendahan, tahu itu? Kamu pecundang”

“Semua teman sekelas saat kuliah tahu bahwa dirimu lulus dan menjadi menantu. Kamu tidak mampu jajan di kampus dan masih tidak bisa makan makanan enak setelah lulus. Sekarang meminta bantuanku? Kamu ini apa?!”

Charlie merasakan ada sedikit kemarahan berkobar di hatinya.

Sata tidak menyinggungnya, bagaimana dia menyinggung dirinya. Sabrina benar-benar keterlaluan kali ini!

Charlie tiba-tiba menerima pesan teks dari Stephen Thompson di ponselnya.

“Tuan, Shangri-La adalah milik Wade Grup.Dan Shangri-La di Aurous Hill hanyalah salah satu dari 100 lebih Shangri-La kita.”

Mata Charlie menyusut tiba-tiba.

Shangri-La milik keluarga Wade?

Dia membalas pesan teks: “Apakah kamu tidak membohongiku?”

Stephen menjawab: “Orang yang bertanggung jawab atas Shangri-La Aurous Hill bernama Isaac Cameron. Nomor teleponnya 155-xxxx-xxxx. Jika Anda menghubunginya, dia akan mengatur segalanya.”

“ini bagus.”

Melihat Charlie menundukkan wajah dan mengirim pesan, Sabrina sangat kesal.

Dia seperti sedang menyiksa seekor anjing, tentu saja dia ingin mendengar anjing itu menggonggong dua kali.

Tapi Charlie hanya diam, tidak berkata-kata.

Tampaknya ketua kelas rendahan di perguruan tinggi ini masih tetap pecundang sekarang. Dia acuh tak acuh saat sedang dimarahi.

Sabrina kembali menyerang dan mencibir: “Hei tuan, kamu benar-benar tabah.”

“Dengar-dengar, kamu dan Claire Wilson telah menikah selama tiga tahun tapi belum tidur seranjang. Mungkinkah Claire menjadi simpanan orang lain? Apakah kamu hanya kamuflase baginya? Menjadi selingkuhan orang lain, benar? Hahaha!”

Charlie menahan amarahnya.

Boleh saja mempermalukan saya, tetapi jangan mempermalukan istri saya?

Sabrina, Anda sendiri sedang mencari kematian!

Jadi, Charlie menghubungi Isaac Cameron, penanggung jawab Shangri-La. Menatap Sabrina dan berkata ringan, “Saya ingin bertanya kepada atasan Anda bagaimana Shangri-La bisa merekrut karyawan seperti Anda dengan mulut penuh kotoran. Seharusnya kamu tidak diterima!”

“Berani memarahiku? Apakah kamu bosan hidup!” Sabrina membeku dan berseru pada satpam di sampingnya.

“Beraninya dia mencari masalah di sini. Hajar dia!”

Pada saat itu, Charlie sudah terhubung dengan Isaac di telepon.

“Hei, siapa ini?”

Terdengar suara berwibawa seorang pria di teleponnya.

Charlie bertanya dingin, “Apakah kamu Isaac Cameron? Namaku Charlie Wade. Aku sedang beradadi pintu Shangri-La sekarang. Aku beri kamu waktu semenit untuk menemuiku. Atau kamu akan keluar dari Shangri-La!”

Pria bersemangat di ujung telepon tiba-tiba bertanya dengan panik, “Tuan Muda? Apakah Anda benar-benar berada di pintu Shangri-La?”

Dengan nada dingin Charlie berkata, “Lima puluh detik!”

Isaac ketakutan dan berseru: “Tunggu sebentar, saya akan datang!”

Sabrina tertawa marah melihat panggilan telepon Charlie. Dia berkata sinis, “Charlie, saya sarankan tidak perlu menyombongkan diri. Apakah kamu tahu identitas Tuan Cameron? Bahkan anggota top Shangri-La tidak berani bertindak gegabah di hadapan Tuan Cameron. Apa kamu pikir bisa membodohi saya dengan berpura-pura meneleponnya?”

Charlie berkata santai: “Apakah itu menggertakmu, kamu akan tahu dalam 30 detik!”

Sabrina tertawa: “Oke ketua kelas tersayang. Kalau begitu aku akan menunggu 30 detik! Oh tidak, aku bisa menunggumu selama tiga menit! Jika Tuan Cameron tidak keluar dalam tiga menit, aku akan meminta satpam merobek mulutmu. Mari kita lihat bagaimana kamu membual di masa depan! Hahaha! Ini benar-benar lucu!”

Dua puluh detik.

Seorang pria paruh baya yang mengenakan setelan rap i berkelas berlari keluar dengan panik.

Dia adalah pekerja dari keluarga Wade dan memiliki pengaruh kuat di masyarakat.

Sejak dia menjabat di Aurous Hill dan menjadi manajer umum Shangri-La, dia telah menjadi orang yang paling dihormati di Aurous Hill. Tidak pernah dia merasa bingung.

Namun, kali ini dia harus panik. Dia tidak pernah bermimpi bahwa tuan muda akan muncul di Shangri-La, di hotel yang dia kelola.

Sabrina masih ingin melanjutkan mengejek Charlie. Tiba-tiba melihat penjaga keamanan di sekelilingnya semua menengok ke belakang dengan ekspresi ketakutan di wajah mereka.

Saat dia berbalik, dia melihat tuan Camerom tergesa-gesa. Dan melihat raut wajahnya seakan baru saja disambar petir.

Dia menatap Charlie dengan pandangan penuh ketakutan: “Bagaimana mungkin?”

“Di mana Tuan Muda Charlie?!”

Suara Isaac Cameron terdengar bergetar.

Semua tercengang, Tuan Cameron bisa membuat seluruh Aurous Hill terguncang gempa hanya dengan hentakan kakinya. Mengherankan saat ini suaranya bisa berubah.

Charlie Wade menjawab, “Saya!”

Isaac Cameron bergegas lalu membungkuk dan berkata, “Tuan….”

Sebelum Isaac selesai berbicara, Charlie menyela, “Tuan Cameron, jangan sembarang ucap sesuatu di luar sini.”

Ketika Isaac mendengar ini, dia gemetar ketakutan.

Sial, aku anjing bodoh! Identitas tuan muda harus sangat rahasia. Aku hampir saja menyebut namanya. Jika tuan muda menyalahkannya, bukankah dia akan tamat?

Jadi dia buru-buru mengubah panggilan, namun teap berkata dengan hormat: “Tuan Wade, selamat datang di Shangri-La. Silakan masuk ke ruang kantor saya untuk mengobrol.”

Sabrina sudah ketakutan sejak tadi, dia tidak bisa menerima kenyataan ini. Tapi ini sungguh terjadi di depan matanya.

Apa asal usul sebenarnya Charlie Wade ini? Bagaimana bos Shangri-La bisa menghormatinya?

Dia telah banyak mengejeknya, akan kah mendapatkan balas dendam?

Novel Charlie Wade Bab 15 – 16 gratis online.

The Amazing Son-in-Law / The Carismatic Charlie Wade Chapter 15 – 16.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*